Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
RINDU YANG TAK PERNAH AKAN PULANG
Karya: Tritan
Bandung, 25 September 2025
Jangan pernah lagi mencari aku.
Biarkanlah namaku menjadi sebuah kenangan yang tak lagi berani kau sebutkan,
seperti mantra yang hilang kekuatannya.
Biarkan wajahku menjadi sekadar bayangan kabur di labirin ingatanmu,
sebuah fragmen yang kau coba lupakan, namun terus menghantui.
Tolong, sampaikan padanya,
bahwa aku hampir kehilangan akal dalam setiap percobaan untuk mengikhlaskanmu.
Setiap hari adalah peperangan melawan diri sendiri,
antara keinginan untuk tetap menggenggam dan kebutuhan untuk melepaskan.
Karena melepaskanmu bukanlah keinginanku sejak awal;
itu adalah paksaan takdir yang kejam.
Dan berpisah denganmu sungguh tidak pernah terlintas dalam rencanaku,
semua mimpi indah tentang masa depan kita telah hancur berkeping-keping.
Mungkin, di tengah hiruk pikuk dunia, sesekali aku masih bisa melupakanmu.
Dalam kesibukan yang memburu, sesaat aku bisa mengusir bayangmu dari pelupuk mata.
Tapi ketika kesunyian datang, merayap masuk ke dalam jiwa,
semua tentangmu kembali menyeruak, memenuhi setiap sudut benakku.
Aku kembali merindukanmu, dengan kerinduan yang membakar dan tak terpadamkan.
Semua tawa, canda, dan kenangan indah yang pernah kau ukir bersamaku dulu,
kembali hadir, seolah mengejekku dengan kebahagiaan yang telah hilang.
Aku pernah sebahagia itu, saat masih bersamamu,
saat dunia terasa begitu indah dan penuh warna.
Tapi sekarang?
Di mana bahagia yang pernah kau janjikan, saat aku sudah tidak lagi di sisimu?
Tak pernah ada lagi!
Hanya ada kehampaan yang menganga, luka yang tak kunjung sembuh.
Karena bahagiaku ikut menghilang bersama kepergianmu,
terkubur dalam kenangan yang tak mungkin terulang.
Kemarin, aku hanya berjanji untuk berusaha mengikhlaskanmu,
sebuah janji yang terasa begitu berat untuk ditepati.
Tapi aku tidak pernah, dan tidak akan pernah, berjanji untuk berhenti mencintaimu.
Cinta ini telah menjadi bagian dari diriku,
sebuah luka yang indah namun abadi.
Kupastikan kali ini,
kita berdua adalah rindu yang tak pernah menemukan jalan pulang,
terjebak dalam pusaran waktu dan penyesalan.
Takkan kubiarkan kau mendengar suaraku lagi,
takkan kubiarkan kau tahu kabarku, atau apa pun tentang diriku.
Kututup rapat semua akses itu,
seperti menutup peti mati kenangan.
Abadilah dalam keasingan, dalam dunia yang berbeda.
Bahkan jika semesta yang penuh ironi mempertemukan kita kembali,
aku pasti akan menghindar, bersembunyi dalam keramaian.
Semoga kita tidak akan pernah bertemu di kebetulan mana pun,
karena pertemuan itu hanya akan membuka kembali luka lama.
Suatu saat nanti, mungkin bertahun-tahun dari sekarang,
aku akan menjadi kerinduan terberatmu,
sebuah penyesalan yang akan menghantuimu di setiap langkah.
Aku hanya bisa kau temui dalam kepingan ingatanmu,
sebuah mimpi yang tak mungkin lagi menjadi kenyataan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar