Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
BERHARAP PADA SATU BINTANG
Karya: Bintang[R]
BANTEN, 31 Juli 2025
Di hari yang kuratapi sebagai akhir dari segala harapan, saat hati ini kubentengi setinggi mungkin, menutup rapat setiap celah agar tak ada yang bisa menyentuh. Dengan penuh ambisi, kubangun tembok kokoh di sekelilingnya, sebab trauma yang pernah kurasa begitu dalam meninggalkan luka menganga yang tak kunjung sembuh. Atau mungkin rasa kecewa yang pernah kualami begitu pahit, sehingga menyisakan bekas yang selalu mengingatkanku untuk berhati-hati.
Akan tetapi, kemudian mataku menangkap sosokmu... Seperti kilatan cahaya di tengah kegelapan malam, kehadiranmu meruntuhkan semua pertahanan yang telah kubangun. Ambisi yang dahulunya kujaga dengan sekuat tenaga kini pupus begitu saja, tak berdaya menghadapi pesonamu, membiarkannya jatuh ke lantai dan pecah berantakan menjadi serpihan kecil, serta tak mampu lagi melindungi hati yang mulai bergetar.
Kamu telah membius saraf-sarafku dengan keanggunan yang memancar, seperti melodi indah yang menghipnotis pendengaran, serta cahaya auramu yang menyilaukan pandangan, membuat rasaku ini ingin memilikimu seutuhnya, tanpa syarat. Walaupun aku tahu, arahmu tak pernah tertuju padaku, namun, aku tak bisa menghentikan debaran jantung yang semakin menggila. Kamu bagaikan bintang yang paling terang di antara ribuan bintang lainnya, bersinar dengan indahnya di langit malam yang luas. Enggan aku menolehkan mata dari pesonamu yang memukau, terhipnotis oleh keindahan yang terpancar dari dirimu.
Akan tetapi, aku bingung... Bagaimana cara menggapai bintang yang begitu jauh di sana? Sedangkan dia berada di luar jangkauan tanganku, terlalu tinggi untuk kuraih dengan segala keterbatasan yang kumiliki, dan aku tidak memiliki alat atau cara untuk menuju ke sana, hanya bisa memandangmu dari kejauhan dengan hati yang penuh harap.
Kamu tahu, tapi kamu pura-pura tidak tahu, seolah tak menyadari tatapan kagum yang selalu kutujukan padamu. Kamu paham, tapi kamu pura-pura tidak mengerti, bahwa semestaku ingin hidup bersamamu dan menjadi rumahmu, rumah ternyaman tempatmu beristirahat dan berbagi cerita. Tapi, kamu sembunyikan semua rasamu di balik kata pertemanan, menjaga jarak agar tak ada yang terluka.
Aku tidak bisa membayangkan... Jika semestaku harus pergi dari duniamu yang penuh warna, meninggalkanmu sendiri tanpa ada yang menemani, dan betapa hancurnya semestaku ketika senyum tawamu harus memudar dari bibirmu yang manis, menyisakan kesedihan yang mendalam di hatiku.
Tuhan, aku hanya minta satu hal padamu, berikan aku jalan untuk menuju-Mu, meski terjal dan berliku, aku akan tetap berusaha. Akan kusimpan bintang itu di dalam sanubari yang paling dalam, menjaganya dengan segenap jiwa dan raga, agar dia tahu, tempat ternyaman baginya adalah aku, di sini, di hatiku, dia akan selalu aman dan bahagia.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
RINDU YANG TAK PERNAH AKAN PULANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar