Langsung ke konten utama

Unggulan

PERPISAHAN DIUJUNG MUARA

Karya: Bintang[R] Banten, 28 Desember 2025 sore hari, di tepi muara yang luas.  Air sungai bertemu dengan laut, warna coklat muda bersatu dengan biru gelap.  Matahari terbenam menyebarkan cahaya kemerahan di langit.  Dua sosok berdiri berdampingan, tapi jarak hati mereka terasa jauh.  Di tangan Lira, ada sehelai kain batik tua yang kusut.   LIRA: Lihatlah, Raihan. sungai ini tahu jalan keluarnya. Mencari laut yang lebih luas, meskipun harus meninggalkan dan semua pohon yang menanti di tepiannya... Raihan ini kain yang kau berikan padaku, waktu kita pertama kali datang ke sini.  Dan kau katakan,  "ini untukmu, agar selalu ada bagianku di dekatmu."   RAIHAN: Aku ingat Lira.  Kau memakainya saat hujan turun, dan kita bersembunyi di bawah pohon beringin. Kau tertawa dan bilang,  "aku ingin tinggal di sini selamanya denganmu, di antara sungai dan laut."   LIRA: Di ujung muara ini, semua air lupa asal-usulnya. Apakah kita juga akan lupa? ...

CINTA TAK HARUS MEMILIKI


Karya: Cita

Jakarta, 5 juli 2025



Cinta adalah hak setiap manusia, sebuah anugerah yang memampukanmu merasakan suka, sayang, dan berbagai perasaan mendalam. Kamu berhak mencintai dan dicintai. Namun, perlu diingat, setiap orang punya hak yang sama untuk menentukan isi hatinya. Dia tak berkewajiban membalas cintamu, sayangmu, atau apapun yang kau berikan.

 

Bukan berarti dia tak sayang padamu jika tak membalas cintamu. Mungkin, dia hanya bisa memberimu sayang sebatas sahabat. Sayang tak harus selalu berbalas, bukan? Terkadang, sayang sebagai sahabat justru lebih tulus dan abadi.

 

Kamu boleh saja menyukai dan menyayanginya. Namun, saat cintamu tak berbalas, terimalah dengan ikhlas. Jangan menjauh atau bersikap dingin. Kamu masih bisa berteman baik, bahkan bersahabat dengannya.

 

Mencintai tak harus memiliki, bukan? Kamu bisa mencintainya sebagai sahabat, tempat berbagi suka dan duka. Seringkali, sahabat bisa hadir lebih lama dari kekasih. Kamu bisa berada di sisinya lebih lama, mungkin seumur hidupmu, karena persahabatan sejati tak mengenal perpisahan.

 

Aku yakin, dia sangat menyayangimu. Mungkin, dia tak ingin merusak indahnya persahabatan karena masalah hati. Jadi, jangan pernah bersikap asing. Tetaplah jadi sahabat yang selalu ada.

 

Percayalah, hatimu akan menemukan tempat ternyaman untuk berlabuh. Tempat di mana kamu dicintai sepenuh hati dan disayangi setulus jiwa. Terima kasih atas cintamu yang tulus. Maafkan jika dia belum bisa membalasnya. Suatu saat nanti, kamu pasti temukan seseorang yang menghargai dan membalas cintamu dengan cara yang lebih indah.

Komentar

Postingan Populer