Langsung ke konten utama

Unggulan

PERPISAHAN DIUJUNG MUARA

Karya: Bintang[R] Banten, 28 Desember 2025 sore hari, di tepi muara yang luas.  Air sungai bertemu dengan laut, warna coklat muda bersatu dengan biru gelap.  Matahari terbenam menyebarkan cahaya kemerahan di langit.  Dua sosok berdiri berdampingan, tapi jarak hati mereka terasa jauh.  Di tangan Lira, ada sehelai kain batik tua yang kusut.   LIRA: Lihatlah, Raihan. sungai ini tahu jalan keluarnya. Mencari laut yang lebih luas, meskipun harus meninggalkan dan semua pohon yang menanti di tepiannya... Raihan ini kain yang kau berikan padaku, waktu kita pertama kali datang ke sini.  Dan kau katakan,  "ini untukmu, agar selalu ada bagianku di dekatmu."   RAIHAN: Aku ingat Lira.  Kau memakainya saat hujan turun, dan kita bersembunyi di bawah pohon beringin. Kau tertawa dan bilang,  "aku ingin tinggal di sini selamanya denganmu, di antara sungai dan laut."   LIRA: Di ujung muara ini, semua air lupa asal-usulnya. Apakah kita juga akan lupa? ...

DEAR DIARY


Karya: bintang[R]

Banten, 05 Agustus 2025


 

Terima kasih…

 

Untukmu, mentari yang pernah hadir, oase di padang pasir kehidupan. Engkau adalah melodi indah di tengah bisingnya dunia.

 

Maaf…

 

Jika ada bagian dari diriku yang tak layak kau temui. Aku bukanlah rumah yang hangat, melainkan hanya ruang sementara yang berjuang mencintai diri sendiri.

 

Setelah ini…

 

Aku tak ingin kita menjadi dua unsur yang saling meniadakan. Aku ingin kita menjadi dua manusia yang mampu saling menerima, meski tak lagi saling memiliki.

 

Namun, mengapa kau memilih jalan yang asing? Bukankah kau sendiri yang pernah berjanji, bahwa kita tetap bisa saling mengenal? Lalu mengapa kau sendiri yang melepaskan genggaman itu lebih dulu?

 

Mungkin aku yang terlalu salah…

 

Terlalu menggenggammu seerat mungkin, takut kehilanganmu sebelum sempat memilikimu sepenuhnya.

 

Mungkin benar adanya…

 

Bahwa akan datang waktu di mana orang-orang yang selalu bersama, dipaksa oleh semesta untuk mengambil arah yang berbeda. Bukan karena tak saling mencintai, tapi karena takdir punya cara lain untuk menjaga keduanya tetap utuh.

 

Dan jika hidupmu setelah ini terasa lebih tenang tanpaku, biarlah begitu. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum.

 

Tak perlu ragaku berada di sisimu…

 

Cukup doaku yang diam-diam selalu melindungimu.

 

Karena meski kau bukan lagi milikku…

 

Kau tetap seseorang yang pernah membuatku percaya dan yakin, bahwa merelakannya demi kebahagiaan orang yang kita cintai adalah wujud cinta yang paling nyata.

 

Kudoakan…

 

Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu, di mana pun kau berada, dengan siapa pun kau berbagi cerita. Semoga kau menemukan kedamaian dalam setiap langkahmu.

Komentar

Postingan Populer