Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
GARUDA DAN INDONESIAKU
GARUDA DAN INDONESIAKU
Karya: BINTANG[R] & ORIZA FRADIBA
Banten-Pekanbaru, 26 Agustus 2025
Indonesiaku, tanah air pusaka,
Merdeka dalam cita, jaya dalam asa.
Garudaku, lambang perkasa,
Sehat sentosa, gagah di angkasa.
Kegagahanmu adalah simbol abadi negeri ini,
Indonesia, yang kucintai sepenuh hati.
Apakah kalian tahu, wahai saudara?
Negeri ini kaya, alamnya mempesona,
Sumber daya melimpah, tak terhingga,
Sehingga seharusnya makmur, sejahtera sentosa.
Dengan 286 juta jiwa yang menanti,
Maka kesejahteraan merata, tanpa terperi.
Namun, mengapa kini terjadi begini?
Tuan, wahai pemimpin negeri,
Tidakkah kau lihat, garuda kami berduka?
Menahan sakit yang teramat sangat,
Sebab diserang dari segala arah, tanpa ampun.
Teriakan kepedihan tertahan di dada,
Bahkan hampir pecah paru-paru, merobek sukma.
Darah dan air mata mengalir deras,
Akibat bulu-bulu sayap yang dilucuti paksa,
Hingga ia tak mampu lagi terbang tinggi,
Menjelajahi angkasa, bebas bersemi.
Tuan, kami hanya ingin melihat,
Garuda kami terbang dengan gagah,
Mengangkasa tinggi, menari riang,
Serta memamerkan keindahan dan keperkasaan,
Yang menjadi kebanggaan seluruh bangsa.
Kau juga bisa ikut terbang bersamanya, bukan?
Asalkan tanpa mencelakai, tanpa menyakiti,
Bukankah kita bisa menari bersama,
Dalam harmoni, damai sentosa?
Biarkanlah ia terbang menembus cakrawala,
Dengan sayap-sayap kokoh yang membentang,
Dan menghiasi langit dengan pesona yang memukau.
Tuan, aku menyaksikan dengan pilu,
Garuda kini terluka parah, merana,
Karena kelakuan kalian yang tak bertanggung jawab.
Lukanya kronis, sulit disembuhkan,
Bahkan menyebar racun ke seluruh tubuhnya.
Hentikan tangan-tangan jahat itu,
Yang terus melucuti bulu-bulunya dengan keji,
Agar para tikus berdasi berhenti menggerogoti,
Dari syaraf hingga ke pembuluh darahnya,
Menghancurkan harapan, merenggut asa.
Tuan, di tanganmu lah kami memohon,
Bantuan dan keadilan, yang menjadi harapan terakhir.
Mari bersama mencari penawarnya,
Obat mujarab untuk menyembuhkan luka,
Agar tak terdengar lagi kidung elegi,
Tembang ironi yang menyayat hati,
Seakan garuda akan binasa esok pagi,
Dan meninggalkan duka mendalam bagi negeri.
Tuan, lihatlah jauh ke belakang,
Apa yang menjadi sebab sekaratnya garuda,
Yang kini berdarah-darah dan penuh luka,
Karena fitnah yang gencar disebar-luaskan,
Serta kebohongan yang meracuni pikiran.
Jangan cepat berasumsi, terpengaruh opini,
Bila pandanganmu hanya tertuju pada satu arah saja,
Melainkan lihatlah kebenaran yang tersembunyi.
Bukalah matamu! Lihatlah dengan jernih!
Bukalah hatimu! Rasakan penderitaannya!
Bukalah rantai yang membelenggu dan menyiksa langkahnya.
Ia takkan bisa menghadapi ini sendirian,
Sebab ia butuh dukungan, butuh uluran tangan.
Tuan lah tonggak yang akan menyangga dirinya,
Untuk terus berdiri, tegar menghadapi badai,
Berusaha kembali terbang tinggi ke angkasa,
Mengepakkan sayap indah dengan gagah perkasa,
Serta pesonanya yang selalu menggetarkan dunia.
Tuan, dengarlah seruan ini,
Tuan, sadarlah dari khilaf ini,
Tuan, bertindaklah sekarang juga!
Sudah hentikan!! Cukup sudah!!
Jangan teruskan tangan kalian,
Untuk melucuti bulu sang garuda.
Melainkan, pergunakan tangan-tangan kalian,
Untuk hal yang lebih baik dan mulia,
Bagi dirimu, keluargamu, dan seluruh dunia.
Maka sudahi lah semua ini, hentikanlah!
Hentikan aksi keji kalian,
Dan biarkan garudaku mengepakkan sayapnya,
Dengan bebas, tanpa ada yang menghalangi.
Sehingga Indonesiaku aman sentosa,
Makmur sejahtera, adil dan berbudaya.
Indonesia jaya! Garuda perkasa!
Abadi selamanya!
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
RINDU YANG TAK PERNAH AKAN PULANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar