Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
INI BUKAN TENTANG KONSTELASI, BUKAN PULA GALAKSI
Karya: Bintang[R]
Banten, 22 Agustus 2025
Hujan meteor kembali mendeklarasikan diri,
Bahkan, menyobek kelamnya kanvas malam dengan garis-garis cahaya.
Bukan sekadar mengusik tarian planet yang terpatri,
Melainkan, meruntuhkan pakem, mengubah orbit yang terpatri.
Sang penari langit tak kenal lelah, terus beraksi,
Sambil menantang atmosfer yang berbisik lirih, menahan diri.
Kau hadir bagai meteor yang tak terduga,
Menyisir sunyi nya semesta, tanpa permisi, tanpa diduga.
Mencipta pusaran baru di poros yang dulu membeku,
Mengubah rotasi, mengusik keseimbangan yang semu.
Aku terpaku, terhipnotis bias cahayamu,
Dari kedalaman mata, memantulkan langit yang pilu,
Namun, kurung hampa masih setia membelenggu,
Mengikat jiwa dalam hampa, bak orbit yang tak terlampaui.
Pesona dirimu adalah candu yang menggoda,
Sayangnya, fokusku terkunci pada lara yang meraja.
Indahnya langit malam perlahan memudar,
Digantikan gelap pekat yang berkuasa,
Menutupi ribuan bintang yang dulu bersinar,
Hingga tak terlihat dari bumi, tertelan hampa yang sama.
Haruskah menepi di galaksimu yang ramai,
Mencari hangat di gemerlap yang memabukkan?
Saat semestaku hening, sepi menguasai,
Sunyi merajalela, tanpa ampun, tanpa henti,
Agar semestaku ditemani gemerlap bintang,
Menemukan kembali senyum yang tersembunyi,
Setelah kucoba menyelami, memahami arti,
Nyatanya, sepi bertahta di ruang hati,
Di singgasana jiwa yang kosong dan sunyi,
Sepi berkuasa, tak tergoyahkan, abadi, gemerlap bintang pun tak mampu mengusir.
Tapi sayangnya...
Ini bukan tentang konstelasi, bukan pula galaksi.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
RINDU YANG TAK PERNAH AKAN PULANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar