Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
KAMULAH BENCANA YANG MENCANDU
Kamulah Bencana yang mencandu
Karya: Bumi Ananta (AA)
Medan, 16 September 2025
Aku perempuan yang berdiri di tepi senja
Membawa hati yang rapuh namun berani
Lalu kau datang
Seperti gempa bumi yang menggetarkan lapisan terdalam diriku
Merobohkan dinding sunyi yang selama ini ku tegakkan dengan kesepian
Tatapanmu menyapu dadaku
Bagai angin topan yang berputar
Membawa segala daun gugur dan sisa rindu
Ke arah yang tak pernah kukenal
Namun entah mengapa aku rela terseret badaimu
Kata-katamu menjelma banjir bandang
Menerjang lorong-lorong kosong dalam jiwa
Mencabut akar keraguan
Menenggelamkan seluruh luka lama
yang dulu kukira tak pernah bisa hanyut
Aku jatuh padamu
Seperti desa yang tak berdaya di bawah letusan gunung berapi
Meledak
Meluap
Mencurahkan lahar merah yang bernama cinta
Dan aku hanya pasrah
Menerima panasnya sebab dalam api itu
aku menemukan kehidupan baru
Senyummu adalah tsunami
Yang datang tanpa aba-aba
Menghantam garis pantai kesendirianku
Menghempas segala sunyi
Meninggalkan jejak asin di bibirku
Yang kini hanya ingin menyebut namamu
(Nama Pasangan)..
Kau adalah semua bencana yang kutunggu
Tanah longsor yang meruntuhkan tebing keangkuhanku
Puting beliung yang melucuti daun-daun duka
Bahkan kemarau panjang yang membuatku rindu hujan dalam genggammu
Dan aku
Perempuan sederhana ini
Tidak akan pernah gentar
Sebab bila mencintaimu berarti hancur
Maka biarlah aku hancur seribu kali
Karena di balik reruntuhan
Aku percaya
Cintamu akan membangun kembali
Jauh lebih indah dari sebelumnya
Seperti bumi yang selalu tersenyum
Setelah badai reda
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
RINDU YANG TAK PERNAH AKAN PULANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar