Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
KENANGAN YANG MENYAKITKAN
Karya: Bintang
Banten, 5 Juli 2025
Malam ini, hujan kembali menari di atas atap kenangan, seolah setiap tetesnya adalah air mata langit yang membasahi hatiku. Bukan lagi melodi syahdu, melainkan simfoni badai yang menghempaskan asa. Dingin menusuk hingga ke sumsum, sehingga membungkam segala keluh. Malam menjadi saksi, merangkai kisah dalam alunan sendu senar-senar kehidupanku.
Biarkan angan menari, menembus tirai langit hingga ke bintang. Biarkan cahayamu menjadi serpihan berlian di antara hatiku, untuk memugar asa yang terpendam. Jiwaku luruh menjadi debu, hatiku berlumur luka, dan ragaku membeku dalam bisu terkurung dalam kesepian. Tak lagi kurindu hadirmu sebagai pelipur lara.
Lalu, mengapa masih kucari bayangmu?
Akan kucoba merajut kembali benang-benang rasa, tetapi yang kudapat hanyalah luka di jantung. Aku menyerah pada segalanya; kali ini kau berhasil meruntuhkan duniaku hingga menjadi debu, bagaikan istana pasir yang luluh lantak diterjang oleh gelombang nestapa. Aku kehilangan daya untuk bangkit kembali.
Dan jika hadirmu hanya menorehkan luka di jiwaku, pergilah dan jangan pernah kembali. Karena cinta sejati adalah melodi yang menenangkan, bukan orkestra yang memekakkan telinga; ia adalah embun pagi yang menyegarkan, bukan racun yang membunuh perlahan. Pergilah, pelukis luka! Tempatmu bukan lagi di kanvas kehidupanku.
Biarkan aku sendiri membangun kembali reruntuhan ini, hingga waktu menenun kembali jalinan harapan yang koyak, serta menciptakan permadani baru yang lebih kuat.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
RINDU YANG TAK PERNAH AKAN PULANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar