Langsung ke konten utama

Unggulan

PERPISAHAN DIUJUNG MUARA

Karya: Bintang[R] Banten, 28 Desember 2025 sore hari, di tepi muara yang luas.  Air sungai bertemu dengan laut, warna coklat muda bersatu dengan biru gelap.  Matahari terbenam menyebarkan cahaya kemerahan di langit.  Dua sosok berdiri berdampingan, tapi jarak hati mereka terasa jauh.  Di tangan Lira, ada sehelai kain batik tua yang kusut.   LIRA: Lihatlah, Raihan. sungai ini tahu jalan keluarnya. Mencari laut yang lebih luas, meskipun harus meninggalkan dan semua pohon yang menanti di tepiannya... Raihan ini kain yang kau berikan padaku, waktu kita pertama kali datang ke sini.  Dan kau katakan,  "ini untukmu, agar selalu ada bagianku di dekatmu."   RAIHAN: Aku ingat Lira.  Kau memakainya saat hujan turun, dan kita bersembunyi di bawah pohon beringin. Kau tertawa dan bilang,  "aku ingin tinggal di sini selamanya denganmu, di antara sungai dan laut."   LIRA: Di ujung muara ini, semua air lupa asal-usulnya. Apakah kita juga akan lupa? ...

MENGIKHLASKAN SENJA PERGI


Karya: Bintang[R]

Rabu, 04 Juni 2025



Hai... Bagaimana kabarmu hari ini? Aku harap, di mana pun kamu berada, kamu selalu dikelilingi oleh kebaikan, kebahagiaan, dan kedamaian yang hakiki.

 

Di sini, di tengah sunyinya malam dan gemerlap bintang yang bertaburan di langit, aku ingin menuliskan kisah perjalanan hatiku setelah kepergianmu. Sebuah perjalanan yang penuh air mata, tawa, dan perjuangan untuk menemukan kembali jati diri yang sempat hilang. Sebab, kepergianmu tak hanya menyisakan luka menganga, tetapi juga meruntuhkan segala mimpi dan harapan yang pernah kita rajut bersama. Mimpi tentang masa depan yang cerah, tentang keluarga yang harmonis, dan tentang cinta abadi yang tak lekang oleh waktu.

 

Namun, tahukah kamu? Seiring waktu berjalan, perlahan namun pasti, aku mulai merasakan secercah harapan di tengah kegelapan. Aku belajar menerima bahwa tak semua kisah cinta berujung bahagia, dan terkadang, merelakan adalah satu-satunya jalan menuju kedamaian. Aku berharap, di sudut dunia yang berbeda, kamu juga merasakan hal yang sama. Semoga kamu menemukan kebahagiaan yang sejati, dan semoga kamu tidak pernah menyesali semua keputusan yang telah kamu buat.

 

Jika kita mencoba menoleh ke belakang, pada semua kenangan indah dan pahit yang pernah kita bagi, mungkin akan ada sedikit nostalgia yang menyelinap di hati. Mengingat tawa, canda, air mata, janji, dan mimpi yang pernah kita bagi. Akan tetapi, di baliknya juga ada perih yang tak terucap. Perih merelakanmu pergi, perih menerima kenyataan bahwa kita tak ditakdirkan bersama.

 

Maafkan aku, jika dulu sering kucuri pandang unggahanmu di media sosial. Maafkan aku, jika aku terlalu sering membuka dan menutup profilmu demi mencari tahu tentang kehidupanmu. Dan maafkan aku, jika kehadiranku dulu sempat mengganggu ketenanganmu. Semua itu kulakukan bukan karena ingin mengendalikanmu, melainkan karena aku masih berharap ada sedikit ruang di hatimu untukku. Aku masih berharap cinta kita bisa diselamatkan.

 

Namun, kini aku menyadari bahwa aku telah keliru. Aku telah terlalu lama hidup dalam ilusi, mengabaikan kenyataan bahwa kamu tidak lagi mencintaiku. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk melepasmu. Aku melepasmu, bersama segala cinta dan kenangan yang pernah kita bagi, dengan harapan kamu menemukan kebahagiaan yang selama ini kamu cari.

 

Mari kita berpisah sebagai dua orang yang pernah saling mencintai, kini menjalani hidup masing-masing tanpa lagi keterikatan atau harapan. Selamat menjalani duniamu, kini tanpaku. Semoga kamu menemukan seseorang yang bisa mencintaimu dengan sepenuh hati, dan semoga kamu tak pernah merasakan perih seperti yang pernah kurasakan.

 

Kini, aku mengerti bahwa aku tidak memiliki kekuatan untuk mengubah takdir. Aku tidak bisa memaksa seseorang untuk tetap tinggal jika hatinya sudah tidak lagi berada di sini. Aku harus belajar menerima kenyataan bahwa tak semua orang ditakdirkan untuk bersama, dan terkadang, perpisahan adalah satu-satunya jalan untuk menemukan kebahagiaan.

 

Semoga perpisahan ini membawa kebaikan, kedamaian, kebahagiaan, dan cinta sejati bagimu. Dan semoga kenangan indah kita tetap tersimpan, bukan sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari perjalananmu.

 

Seperti langit yang dengan ikhlas menerima kepergian senja, dan seperti fajar yang rela menyaksikan malam mengucapkan selamat tinggal, aku pun harus belajar mengikhlaskanmu. Melepaskan segala kenangan, harapan, dan impian yang pernah kita bagi.

 

Aku sangat berharap, kamu juga bisa melepaskan semua hal yang memang bukan untukmu. Lepaskan beban masa lalu, singkirkan rasa sakit dan kecewa, lalu fokuslah pada masa depan yang lebih cerah.

 

Berdiri tegak dan hadapi setiap langkah dalam hidupmu dengan penuh keyakinan dan keberanian. Sembuhkan semua luka di hatimu, dan pulihkan semangatmu yang sempat hilang. Tarik napas dalam-dalam, biarkan jejak kesedihan memudar dari wajahmu.

 

Maka, biasakanlah dirimu untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Jadikan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran berharga untuk meraih kesuksesan di masa depan.

 

Sebab, aku percaya, bahwa meskipun tanpaku di sisimu, kamu akan selalu baik-baik saja. Kamu adalah pribadi yang kuat, mandiri, penuh potensi, dan mampu meraih semua impianmu tanpa harus bergantung pada orang lain.

 

Semoga kamu selalu bahagia, dan semoga kita berdua bisa menemukan kebahagiaan kita masing-masing.

Komentar

Postingan Populer