Langsung ke konten utama

Unggulan

PERPISAHAN DIUJUNG MUARA

Karya: Bintang[R] Banten, 28 Desember 2025 sore hari, di tepi muara yang luas.  Air sungai bertemu dengan laut, warna coklat muda bersatu dengan biru gelap.  Matahari terbenam menyebarkan cahaya kemerahan di langit.  Dua sosok berdiri berdampingan, tapi jarak hati mereka terasa jauh.  Di tangan Lira, ada sehelai kain batik tua yang kusut.   LIRA: Lihatlah, Raihan. sungai ini tahu jalan keluarnya. Mencari laut yang lebih luas, meskipun harus meninggalkan dan semua pohon yang menanti di tepiannya... Raihan ini kain yang kau berikan padaku, waktu kita pertama kali datang ke sini.  Dan kau katakan,  "ini untukmu, agar selalu ada bagianku di dekatmu."   RAIHAN: Aku ingat Lira.  Kau memakainya saat hujan turun, dan kita bersembunyi di bawah pohon beringin. Kau tertawa dan bilang,  "aku ingin tinggal di sini selamanya denganmu, di antara sungai dan laut."   LIRA: Di ujung muara ini, semua air lupa asal-usulnya. Apakah kita juga akan lupa? ...

NYANYIAN MENTARI DIBALIK AWAN KELABU


Karya: Bintang[R]

Banten, 23 September 2025



Mengapa takdir seolah mempermainkan, hah!!

 

Terjebak dalam labirin bisu tanpa peta, sehingga setiap langkah adalah rantai tak terlihat yang mengikat jiwa.

 

Di bawah langit senja yang berdarah, aku terasing.

 

Bahkan, bayangan senja adalah penjara yang mendekam, menggoreskan luka di kanvas jiwa yang rapuh.

 

Harapan yang dulu adalah tunas, kini menjadi debu.

 

Jiwa merintih dalam sunyi yang membatu.

 

Namun, di sela awan kelabu yang berarak, kudengar nyanyian mentari yang tak kenal lelah, mengajakku menari meski kaki berdarah, dan menyulut bara di tengah amukan badai.

 

Hidup adalah teka-teki yang tak pernah selesai.

 

Gelombang cobaan menghantam karang hati, tetapi takkan kubiarkan diri menjadi buih.

 

Kuhadapi semua dengan perisai keberanian.

 

Kuyakin badai ini adalah air mata langit yang sementara.

 

Fajar harapan kan menjadi lukisan indah di jiwa.

 

Kebahagiaan sejati kan menjadi melodi di kalbuku, jika aku tak menyerah.

 

Aku adalah pelari yang tak terhentikan.

 

Di antara gelap dan terang yang berdansa, ada kekuatan abadi yang bersemayam dalam diri.

 

Semangatku adalah obor yang takkan pernah padam, mengarungi samudra asa yang tak bertepi.

 

Takkan kubiarkan ragu ini menjadi duri.

 

Kuyakin pada diriku, aku adalah permata yang bersinar.

 

Setiap kegagalan adalah anak tangga menuju kesuksesan, dan masa depan yang kulukis dengan tinta kerinduan kan kuraih bintang dengan sayap impianku.

 

Kujadikan mimpi nyata di panggung kehidupanku, sebab dalam jiwa ini ada kekuatan yang membara untuk mengubah takdir, meraih fajar kehidupan yang baru.

Komentar

Postingan Populer