Langsung ke konten utama

Unggulan

PERPISAHAN DIUJUNG MUARA

Karya: Bintang[R] Banten, 28 Desember 2025 sore hari, di tepi muara yang luas.  Air sungai bertemu dengan laut, warna coklat muda bersatu dengan biru gelap.  Matahari terbenam menyebarkan cahaya kemerahan di langit.  Dua sosok berdiri berdampingan, tapi jarak hati mereka terasa jauh.  Di tangan Lira, ada sehelai kain batik tua yang kusut.   LIRA: Lihatlah, Raihan. sungai ini tahu jalan keluarnya. Mencari laut yang lebih luas, meskipun harus meninggalkan dan semua pohon yang menanti di tepiannya... Raihan ini kain yang kau berikan padaku, waktu kita pertama kali datang ke sini.  Dan kau katakan,  "ini untukmu, agar selalu ada bagianku di dekatmu."   RAIHAN: Aku ingat Lira.  Kau memakainya saat hujan turun, dan kita bersembunyi di bawah pohon beringin. Kau tertawa dan bilang,  "aku ingin tinggal di sini selamanya denganmu, di antara sungai dan laut."   LIRA: Di ujung muara ini, semua air lupa asal-usulnya. Apakah kita juga akan lupa? ...

PESAN INI UNTUKMU 2

 pesan ini untukmu 2

Karya: tritan

Bandung, 21 mei 2025

pukul 19.15 WIB



Bayangmu...

 

Tak tergapai, meski selalu kurindu.

 

Ingin kusebut namamu,

 

Namun kita kini adalah dua jiwa yang tak saling memiliki.

 

Apa lagi yang tersisa untukku,

 

Selain doa yang kupanjatkan setiap waktu?

 

Apa lagi yang bisa kuusahakan,

 

Selain merelakanmu dari kehidupanku?

 

Dalam heningnya malam, aku berbisik,

 

Tuhan, kuatkanlah aku.

 

Bantulah aku memohon pada-Mu,

 

Agar cinta yang membara ini

 

Berganti dengan keikhlasan melepasmu pergi jauh.

 

Ingin sekali lagi menjadi penyemangatmu,

 

Menjadi bahu tempatmu bersandar,

 

Mendampingi setiap langkah impianmu.

 

Ingin rasanya larut dalam percakapan panjang di telepon,

 

Seperti masa lalu yang indah.

 

Namun,

 

Bukan karena aku tak sudi,

 

Namun takdir telah menuliskan jalan yang berbeda.

 

Kita tak lagi seperti dulu,

 

Keterasingan menjadi jurang pemisah.

 

Padahal...

 

Rinduku tak pernah pudar, tetap untukmu seorang.

 

Ingatlah,

 

Cintaku abadi,

 

Meski kini kuungkapkan dengan cara yang tak biasa.

 

Pada akhirnya...

 

Tak banyak pilihan yang kumiliki.

 

Lembaran akhir ini

 

Menuntunku untuk melepaskanmu sepenuhnya.

 

Tak peduli seberapa besar cinta ini,

 

Ikhlas adalah jalan yang harus kutempuh,

 

Walau entah kapan luka ini akan sembuh.

 

Sejak kepergianmu,

 

Aku kehilangan arah, tak tahu cara untuk baik-baik saja.

 

Namun, biarlah semua ini menjadi bagian dari perjalanan.

 

Kejarlah cita-citamu setinggi mungkin,

 

Raihlah kebahagiaanmu sepuasnya.

 

Aku akan selalu menyertaimu dalam doa,

 

Meski setiap doa terucap dengan hati yang terluka.

 

Semoga, kau menemukan seseorang

 

Yang mampu memahami setiap sudut hatimu.

 

Yang mencintai kelebihan dan kekuranganmu,

 

Yang menerima baik burukmu tanpa syarat,

 

Yang bersedia berjuang untukmu,

 

Seperti yang dulu kau lakukan untukku.

 

Dalam kelemahanmu, ia menjadi kekuatan;

 

Dalam kerapuhanmu, ia menjadi pelindung.

 

Semoga, setiap pertemuanmu di masa depan

 

Tak lagi membawa kekecewaan

 

Yang tak berkesudahan.

 

Akhir kata...

 

Jangan lupakan kebahagiaanmu, ya.

 


Komentar

Postingan Populer