Langsung ke konten utama

Unggulan

PERPISAHAN DIUJUNG MUARA

Karya: Bintang[R] Banten, 28 Desember 2025 sore hari, di tepi muara yang luas.  Air sungai bertemu dengan laut, warna coklat muda bersatu dengan biru gelap.  Matahari terbenam menyebarkan cahaya kemerahan di langit.  Dua sosok berdiri berdampingan, tapi jarak hati mereka terasa jauh.  Di tangan Lira, ada sehelai kain batik tua yang kusut.   LIRA: Lihatlah, Raihan. sungai ini tahu jalan keluarnya. Mencari laut yang lebih luas, meskipun harus meninggalkan dan semua pohon yang menanti di tepiannya... Raihan ini kain yang kau berikan padaku, waktu kita pertama kali datang ke sini.  Dan kau katakan,  "ini untukmu, agar selalu ada bagianku di dekatmu."   RAIHAN: Aku ingat Lira.  Kau memakainya saat hujan turun, dan kita bersembunyi di bawah pohon beringin. Kau tertawa dan bilang,  "aku ingin tinggal di sini selamanya denganmu, di antara sungai dan laut."   LIRA: Di ujung muara ini, semua air lupa asal-usulnya. Apakah kita juga akan lupa? ...

SEBELUM NAMAMU TERUKIR


Karya: bintang[R]

Banten, 13 Februari 2023

 


Untukmu, Wahai Wanita yang Tertulis di Bintang Takdirku,

 

Sebelum kau goreskan nama di relung hatiku, izinkan aku mempersembahkan kanvas tentang jiwaku, agar kau saksikan warna-warni yang menghiasinya.

 

Aku bukanlah pangeran dari istana mimpi, ataupun pria berhati sutra selembut awan. Aku hanyalah pria biasa, dengan sebentuk asa: merasakan cinta tulus dan abadi dari wanita yang kurindu sepenuh jiwa. Bukankah itu simfoni terindah dalam alunan kehidupan?

 

Namun, hingga kini, simfoni itu masih membisu. Oleh karena itu, aku masih mencari dewi yang mampu menyentuh kalbuku dengan kelembutan embun dan kehangatan mentari.

 

Pernah kurasakan getaran asmara, tetapi sering kali hanya menggema di kesunyian hatiku, tanpa balasan. Mungkin aku terlalu naif mendamba cinta sempurna, atau mungkin pula aku belum cukup berani membuka gerbang hati sepenuhnya.

 

Kini, ku lebih memilih teduhnya rumah, bersama jiwa-jiwa yang menyayangiku tanpa batas. Sebab, kebersamaan dengan keluarga dan sahabat lebih berharga dari sanjungan dunia. Sehingga, tak kupedulikan bisikan angin, karena hanya titahmu dan suara hati mereka yang kurasa berarti.

 

Oh, ya, keluargaku akan selalu menjadi pelabuhan terakhir dalam setiap pelayaran hidupku. Akan tetapi, jangan khawatir, jika kelak kita berpadu dalam ikatan suci, engkau akan menjadi nahkoda yang menemaniku mengarungi samudra kehidupan. Engkau akan menjadi ratu di singgasana hatiku, dan aku akan menjadi raja yang setia mendampingimu.

 

Mungkin tak kumiliki kemampuan untuk membuatmu merasa sempurna hanya dengan senyum atau kata-kata manis. Bahkan, acap kali kuuji kesabaranmu dengan kerasnya batu karang dalam diriku. Meskipun begitu, percayalah, kulakukan itu demi membangun mahligai cinta yang jujur dan transparan. Aku ingin kau lihat diriku apa adanya, tanpa topeng kepalsuan.

 

Aku ingin menyelami samudra pikiranmu, merengkuh setiap ombak dan arusnya, untuk tahu apakah kau benar-benar memahami diriku, bahkan saat bibirku kelu membisu.

 

Lalu, bagaimana jika aku benar dan kau khilaf? Adakah keberanian dalam dirimu untuk merendahkan ego dan mengakui kesalahan, ataukah kau tetap bersikeras dengan pendapatmu karena merasa lebih tinggi? Bagiku, cinta sejati adalah tentang saling memaafkan dan mendukung, bukan tentang saling menghakimi dan merendahkan.

 

Justru, menyatukan dua hati yang berbeda adalah sebuah petualangan mendebarkan yang penuh kejutan. Bukankah dengan perbedaan itu, kita dapat belajar untuk saling melengkapi, saling menginspirasi, dan saling mencintai dengan kedalaman tak terhingga? Bukankah hal itu akan membuat hidup kita menjadi lukisan yang lebih berwarna dan bermakna?

 

Jika engkau telah yakin dengan getar asmaramu padaku, maka kupersilakan engkau untuk memasuki taman hatiku yang tersembunyi.

 

Namun, jangan berharap kusambut dengan taburan bunga dan senandung merdu. Barangkali, kuajukan ribuan tanya, kuuji kesetiaanmu, dan kulihat seberapa besar kau bersedia berkorban untukku. Karena aku sudah terlalu sering terluka oleh cinta yang fana dan penuh dusta.

 

Jika engkau benar-benar mencintaiku dengan setulus hati, maka menetaplah di sini. Jadikanlah hatiku sebagai istanamu yang abadi. Hanya bisa kuharap, semoga cintamu padaku adalah cinta sejati, dan semoga kita dapat menari bersama dalam kehidupan yang penuh kebahagiaan, kedamaian, dan cinta yang tak pernah pudar ditelan waktu.

Komentar

Postingan Populer