Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
JERITAN DIKOTA SEPI
karya: Bintang[R]
Banten, 14 Oktober 2025
Sendiri aku, di senja yang menggantung kelabu,
Bukan camar, bukan pula burung, melainkan seonggok debu,
Cuma tulang-tulang yang merindukan daging—terkoyak pilu,
Di kota ini, sepi terhimpun, bagai sungai tanpa muara, sendu.
Kemudian, jalanan panjang tanpa ujung pangkal membentang,
Kaki melangkah, hati berontak, sebab jiwa ini terpasung,
Darahku mendidih, mencari onggok kehangatan, namun terhalang,
Namun yang kutemui, cuma sampah dan mimpi yang karam.
Nasib, ah, nasib! Kau ludahi aku tanpa ampun,
Dengan pahitnya kopi tanpa gula, sehingga getir merasuk kalbu,
Aku bukan budak, bukan pula batu yang tak punya rasa;
Lantas, kenapa begini jadinya? Apakah ini karma masa lalu?
Mampus! Biar saja aku sendiri dalam sunyi yang mencekam,
Di antara gedung-gedung tinggi, hingga suara hatiku tenggelam,
Aku akan berteriak sekuat hati, membelah langit yang kelam:
"MERDEKA! Atau mati!" Karena hidup tanpa arti, lebih baik tenggelam.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
RINDU YANG TAK PERNAH AKAN PULANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar