Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PERPINDAHAN MUSIM
karya: Bintang[R]
Banten, 06 Oktober 2025
Kita pernah menanam benih di tanah yang sama,
Menyiramnya dengan janji di bawah mentari senja.
Tunas cinta tumbuh menjalar bagai akar yang kuat,
Menyatu dalam harmoni — tak terpisahkan oleh badai.
Sayangnya musim berubah, angin berhembus tak terduga,
Kau biarkan hatimu terpikat pada taman yang berbeda.
Di sana bunga-bunga palsu merekah dengan warna mencolok,
Menawarkan aroma sesaat — memabukkan dan menyesatkan.
Kau lupakan kebun kita yang dulu hijau dan teduh,
Tempat burung-burung cinta bernyanyi dengan merdu.
Kini kau tinggalkan aku sendiri merawat sisa kenangan,
Menyaksikan layunya harapan — terkubur dalam penyesalan.
Kau adalah nahkoda yang meninggalkan kapalnya,
Tergiur gemerlap mercusuar di pulau seberang.
Kau abaikan kompas yang dulu menuntunmu pulang,
Tersesat dalam lautan nafsu — kehilangan arah dan tujuan.
Aku bagai pohon tua yang kehilangan daunnya,
Ranting-rantingku patah — tak mampu lagi menopang cinta.
Namun akarku masih menghujam dalam tanah kesetiaan,
Berharap suatu saat nanti — kau kembali ke pangkuan.
Biarlah waktu menjadi obat menyembuhkan luka jiwa,
Walau bekasnya abadi mengingatkan sebuah cerita:
Bahwa cinta sejati takkan pernah terganti,
Oleh kilauan palsu yang hanya sesaat menghampiri.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
RINDU YANG TAK PERNAH AKAN PULANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar