Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SEMBUH BERSAMA PART I
Karya: Bintang[R]
Banten, 28 Oktober 2025
Di tengah dunia yang fana, Jingga dan Langit terikat dalam hubungan abu-abu — tanpa kejelasan warna, tanpa batas yang jelas. Bayang-bayang masa lalu menghantui Langit, menciptakan tembok luka yang tebal dan sulit ditembus. Mampukah cinta Jingga menembus pertahanan itu, atau takdir akan memisahkan mereka dalam pusaran waktu yang tak berujung
Jingga: Hai, Langit. Kenapa wajahmu sendu? Banyak orang yang ingin melihatmu bahagia. Bahagialah.
Langit: Tidak, Jingga. Terima kasih. Aku baik-baik saja. Hanya... aku teringat masa lalu. Dulu, aku pernah jatuh cinta, tapi selalu dikecewakan oleh harapan sendiri. Apakah salah jika aku jatuh cinta lagi, sementara bayang-bayang itu terus menghantuiku?
Jingga: Tidak, Langit. Kamu tidak salah. Cukup terima apa yang sudah terjadi. Jangan terpaku pada masa lalu — cari jalan keluar untuk melupakannya.
Langit: Aku sudah berusaha, tapi selalu gagal. Tak tahu bagaimana caranya melupakan semua ini. Setiap kali ingin membuka hati, bayangan itu datang, membuatku takut merasakan sakit yang sama. Rasanya seperti ada rantai yang mengikatku, mencegah melangkah maju.
Jingga: Cobalah tinggalkan ingatan kelam itu di masa lalu. Berbaurlah dengan orang di sekitarmu — mungkin mereka bisa membantu mengikisnya. Kamu pasti bisa! Dulu, aku juga sepertimu: terpuruk dan terikat pada masa lalu. Tapi sejak bertemu denganmu, aku sadar pintu keluar yang kucari ada padamu, Langit.
Langit: Aku? Apakah tidak salah dengar? Kamu bilang aku sama sepertimu, tapi kenapa pintu keluarmu ada padaku? Aku hanya pria yang penuh luka dan keraguan. Tidak yakin bisa membantu siapa pun, apalagi dirimu.
Jingga: Iya, kamu. Kamu yang membawaku keluar dari masa kelam. Saat aku kehilangan arah, kamulah cahaya yang muncul. Kamu mungkin tidak menyadarinya, tapi kehadiranmu memberiku harapan baru. Kamu alasan aku bisa tersenyum lagi setelah sekian lama.
Langit: Bagaimana kamu bisa merasakannya? Aku merasa tidak pantas dicintai atau dihargai. Seperti beban bagi semua orang di sekitar.
Jingga: Aku merasakan apa yang orang lain tidak bisa. Kamu teduh, sejuk, dan memahamiku. Itulah titik terang yang kutemukan. Kamu membuatku tenang di tengah gejolak masa lalu. Kamu punya hati yang tulus dan penuh kasih, meskipun kamu coba menyembunyikannya. Aku melihat kebaikanmu, Langit — dan itu membuatku jatuh hati.
Langit: Kamu menggombal! Tidak percaya ada orang yang bisa melihat kebaikan dalam diriku. Aku hanya pria yang penuh kesalahan dan penyesalan.
Jingga: Aku tidak menggoda. Aku benar-benar jatuh hati padamu. Sejak menemukan pesonamu, duniaku tertarik padamu. Tahu kamu sulit percaya, tapi aku mencintai segala kekurangan dan kelebihanmu. Ingin bersamamu, melewati semua suka dan duka.
Langit: Kamu jatuh cinta padaku? Hahaha... Bagaimana bisa orang sepertiku dicintai oleh wanita secantikmu? Aku masih terjebak dalam masa lalu. Sepertinya kamu salah menempatkan hati, Jingga! Takut akan menyakitimu — tidak ingin kamu menyesal.
Jingga: Tidak, aku tidak salah. Ini yang kurasakan saat bersamamu. Bisakah kita sembuh bersama? Tahu ini tidak mudah, tapi percaya cinta kita bisa mengatasi segala rintangan. Ingin menjadi bagian dari penyembuhanmu — bantu melepaskan masa lalu dan bangun masa depan yang lebih baik bersama.
Langit: Kamu serius? Benar-benar ingin bersamaku, meskipun aku belum bisa memberikanmu apa pun?
Jingga: Ya, serius. Tidak mengharapkan apa pun selain cintamu. Ingin kita saling mendukung dan menguatkan. Ingin tumbuh bersama, menjadi versi terbaik diri kita.
Langit: Baiklah, akan kucoba. Tapi jika masalahku tidak sesuai harapanmu, maaf sebelumnya. Tidak ingin mengecewakanmu, tapi juga tidak bisa menjanjikan apa pun. Hanya bisa berjanji akan berusaha sebaik mungkin menjadi pria yang pantas untukmu.
Jingga: (Tarik napas panjang) Apakah kamu tidak merasakan apa yang kurasakan? Apakah aku bukan orang yang kamu cari? Kira, saat bersamamu, harapan itu akan nyata. Tapi ternyata aku salah. Merasa sudah memberikan segalanya, tapi kamu masih belum bisa membuka hatimu sepenuhnya. Apakah cintaku tidak cukup?
Langit: Aku tidak bisa memaksakan hatiku menerima seseorang yang mencintaiku. Menghargai kejujuranmu, tapi tidak bisa mengubah keputusanku. Hanya takut menyakitimu — tidak ingin kamu terjebak dalam hubungan yang tidak sehat dan tidak bahagia. Ingin kamu menemukan seseorang yang bisa memberimu kebahagiaan yang pantas.
Jingga: (Menghembuskannya perlahan) Baiklah, Langit. Maaf jika kehadiranku menambah bebanmu. Sadar, tidak bisa memaksakan perasaan seseorang demi egoku. Aku pamit. Assalamu'alaikum.
Langit: Maaf, Jingga. Hanya tidak ingin kita menjadi asing karena lukaku yang masih membekas. Waalaikumsalam.
Jingga: Langit... sebenarnya, aku tidak pernah benar-benar berharap kamu membalas cintaku. Hanya ingin kamu tahu, ada seseorang di dunia ini yang mencintaimu tanpa syarat. Dan ingat: kamu berharga dan pantas dicintai. Aku pergi, bukan karena berhenti mencintaimu... tapi karena ingin kamu menemukan kebahagiaanmu sendiri, meskipun itu bukan bersamaku. Selamat tinggal, Langit... semoga kamu menemukan kedamaian dan cinta yang sejati.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
RINDU YANG TAK PERNAH AKAN PULANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar