Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SIMFONI RINDU DI TEPI SAMUDRA
Karya: Bintang [R]
Banten, 18 Oktober 2025
Di batas cakrawala, di mana langit mencium biru laut yang lembut,
Rinduku berlayar tanpa kompas — tak pernah surut, bagai ombak yang terpaut.
Di bibir pantai ini, pasir putih membentang seperti permadani suci,
Menyimpan jejak langkah kita — kenangan abadi yang terukir, takkan pudar sepanjang waktu.
Senja merekah, mewarnai cakrawala dengan jingga yang membara, mempesona,
Seperti palet hati penuh cinta — lukisan agung kita terukir indah di sana, selamanya.
Ombak berdebur, melodi alam yang syahdu dan merdu, berbisik lirih di telinga,
Mengiringi bisikan hati yang penuh rindu — membelenggu kalbu, tiada henti, tiada jeda.
Angin laut membawa aroma garam yang asin, juga rindu yang mendalam menyayat kalbu,
Menyapa kalbuku dengan lembut — menusuk pilu terpendam, bagai sembilu.
Karang-karang terjal menjadi saksi bisu yang setia, berdiri kokoh di tengah badai,
Tentang liku kehidupan yang kita lalui bersama — dengan susah payah, berurai air mata.
Namun bagai camar yang terbang bebas di angkasa raya, tanpa ragu, tanpa bimbang,
Jiwaku merindukanmu, kasih — tiada terkira rasa, bagai mimpi indah yang terbayang.
Cinta kita adalah mercusuar perkasa, tegak berdiri takkan runtuh oleh waktu,
Menuntun langkah kita lewati gelap malam — tanpa putus asa, walau penuh peluh, selalu bersatu.
Di bawah rembulan yang bersinar perak, mempesona seperti permata berharga,
Dalam genggaman tanganku, cintaku bersemayam — tak lekang oleh waktu, kasih abadi kita.
Kita adalah dua jiwa, terikat benang takdir yang tak terpisahkan, sempurna,
Seperti yin dan yang — harmoni abadi, selamanya menyatu dalam cinta, takkan terlupa.
Laut adalah panggung kehidupan yang luas membentang, tanpa tepi, penuh misteri,
Kadang tenang, kadang bergelora — tak terbatas, penuh liku dan duri.
Namun bersamamu kutemukan dermaga ketenangan — tempat hati berlindung dari badai,
Hati berlabuh nyaman dalam pelukanmu — terbebas dari derita, abadi, damai sentosa.
Biarlah ombak menjadi saksi setia yang abadi, tanpa dusta, tanpa noda,
Tentang janji cinta yang kita ukir bersama di hati — selamanya, hingga akhir masa.
Di pantai ini kutemukan rumah sejati — dambaan hati, impian kita,
Dalam pelukanmu, kasih, cinta abadi bersemi — takkan berhenti, abadi, selamanya kita.
Setiap butir pasir adalah mutiara kenangan yang berharga, tak ternilai,
Setiap deburan ombak adalah nyanyian rindu yang bergejolak, tak terkendali, membahana.
Dalam simfoni rindu ini, akhirnya kutemukanmu — belahan jiwa sejati, tak terduga,
Kasih pelengkap hidupku, cinta yang selalu kurindu — sampai akhir nanti, selamanya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
RINDU YANG TAK PERNAH AKAN PULANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar