Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
DIRI YANG MERINDUKAN TANGAN YANG DINGIN
karya: bintang[R]
banten, 18 Desember 2025
Revisi
Di tengah hujan yang membasahi wajah panas,
aku berdiri sendirian, merenungkan bayangan
tangannya yang dulu menyentuh dengan lembut,
sekarang, hanya angin yang menyentuh pipiku yang basah.
Tangannya yang dingin, seolah es di musim semi,
yang menyegarkan jiwa yang lelah berjalan
di jalan raya yang panjang dan sunyi.
Hanya bayangannya yang kuhadapi setiap hari.
Aku merindukan sentuhan yang tidak lagi ada
yang membuat hatiku berdebar tanpa alasan.
Tangannya yang dingin, jadi pelita di kegelapan,
membimbing langkahku saat aku tersesat.
Di malam hari yang sepi dan dingin,
aku menggenggam udara, berharap ada yang terasa.
Tangannya yang dulu kupegang erat
sekarang hanya kenangan yang membeku di hatiku.
Kau pergi tanpa kata pamit,
meninggalkan aku dengan kerinduan yang dalam.
Tangannya yang dingin, jadi bagian dari diriku yang selalu kuingat, meskipun waktu telah berlalu.
Hujan berhenti, matahari muncul perlahan,
menyinari bumi yang basah dan segar.
Tetapi dingin tangannya tetap ada
di dalam dada yang masih kosong dan sepi.
Aku berjalan lagi, dengan langkah yang lebih tegas,
tapi setiap batu yang kujumpai
mengingatkanku pada jejak yang dulu kita buat bersama
dengan tangannya yang dingin yang selalu kupegang.
Di pohon yang dulu kita duduki bersama,
aku duduk sendirian, melihat awan melayang,
merenungkan masa lalu yang tidak akan kembali—
hanya kerinduan yang terus tumbuh di hatiku.
Tangannya yang dingin, jadi lagu yang selalu kubunyikan
di dalam hati yang penuh dengan kenangan—
yang membuatku kuat, meskipun hidup terasa berat,
yang membuatku ingat: kau pernah ada di sisiku.
Meskipun kau jauh, tak akan kembali lagi,
kerinduanku pada tangannya yang dingin tidak akan hilang
selalu ada di dalam diriku,
sebagai bagian dari hidup yang pernah kujalani.
Akhirnya aku mengerti: kerinduan itu bukan rantai,
melainkan bunga yang mekar di hati yang tenang.
Tangannya yang dingin, sekarang jadi cahaya yang lembut
menerangi jalanku, meskipun kau tak lagi disamping.
Aku melihat ke depan, dengan senyum yang lembut,
menyambut hari baru yang masih menunggu.
Kerinduanku tetap ada, tapi tidak lagi menyakitkan
hanya kenangan indah yang selalu kubawa pergi.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
RINDU YANG TAK PERNAH AKAN PULANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar